Liputan6.com, Jakarta – Komitmen Toyota Indonesia dalam memperkuat industri otomotif nasional kembali mendapat pengakuan. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meraih Primaniyarta Lifetime Achievement Award dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, sebagai apresiasi atas kiprah lebih dari tiga dekade dalam mendorong ekspor kendaraan buatan anak bangsa ke pasar global.
Penghargaan bergengsi ini diberikan dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 di ICE BSD, Tangerang, dengan tema “Discover Indonesia’s Excellence: Trade Beyond Boundaries”. TMMIN menjadi salah satu pelaku industri yang telah berkontribusi konsisten terhadap ekspor nasional sejak pengapalan perdana Kijang generasi ketiga ke Brunei Darussalam pada 1987, hingga kini menembus lebih dari 100 negara di dunia.
“Kami mengucapkan terima kasih atas Penghargaan Primaniyarta Lifetime Achievement Award yang diberikan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Terima kasih kepada masyarakat Indonesia, konsumen dan pelanggan, jaringan penjualan, serta para pemangku kepentingan yang telah mendukung perkembangan industri otomotif dalam negeri sehingga dapat menjadi salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan kontributor positif bagi neraca perdagangan melalui kegiatan ekspor,” ujar Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT TMMIN.
Sejak memulai perjalanan industri di tahun 1970-an, Toyota Indonesia telah bertransformasi dari importir menjadi produsen kendaraan dengan kandungan lokal lebih dari 80 persen. Kini, Indonesia menjadi basis produksi global untuk kendaraan ICE dan elektrifikasi, seperti Toyota Kijang Innova Hybrid EV (HEV) dan Yaris Cross HEV.
Hingga September 2025, Toyota menorehkan ekspor 218.162 unit kendaraan, atau 57% dari total ekspor otomotif nasional, berdasarkan data Gaikindo. Model ekspor andalan meliputi Kijang Innova, Veloz, Fortuner, dan Yaris Cross, sementara dua line-up hybrid, Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV, berkontribusi 7% terhadap ekspor Toyota ke Asia, Timur Tengah, Amerika Latin, dan Afrika.
Tampilkan Inovasi Lokal
Dalam TEI 2025, Toyota Indonesia memamerkan deretan kendaraan inovatif yang mengedepankan teknologi dan kontribusi rantai pasok lokal. Salah satunya adalah Kijang Innova Zenix Hybrid Tear Down, yang menampilkan detail kandungan lokal dan peta rantai pasok hingga level industri kecil dan menengah (IKM). Toyota juga menghadirkan Rangga yang dikonversi menjadi kendaraan logistik Makan Bergizi Gratis (MBG), mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Industri otomotif Indonesia telah tumbuh dan berkembang menjadi industri yang matang, melalui perjalanan panjang sejak era 1970-an dalam tujuh tahap. Saat ini Indonesia tidak hanya menjadi basis produksi kendaraan berbasis mesin ICE, namun juga kendaraan elektrifikasi untuk pasar domestik maupun ekspor,” jelas Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN.
Ia menambahkan, transformasi industri otomotif nasional kini telah mencapai level lebih tinggi dengan mampu menjalankan seluruh tahapan produksi secara mandiri hingga menghasilkan produk akhir berdaya saing global. “Dimulai sebagai importir kendaraan, bertransformasi hingga akhirnya mampu memproduksi mesin, komponen, hingga kendaraan utuh dalam skala besar. Seiring berjalannya waktu, tingkat kandungan lokal terus meningkat, bahkan telah mencapai lebih dari 80%,” imbuh Bob.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor manufaktur berkontribusi 18,98% terhadap PDB nasional dan menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi sebesar 0,9% dari total pertumbuhan 5,03% pada 2024. Industri otomotif juga memberi dampak besar pada penerimaan pajak, baik nasional maupun daerah, termasuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama (BBNKB).